Tulisan kali ini sangat egosentris. Karena ceritanya tentang bubur ayam di dekat rumah. He,he, he...
Bubur ayam sepertinya benar-benar makanan sejuta umat. Ada di mana-mana di hampir semua kota besar dan kecil di Indonesia Raya tercinta ini.
Aku bukan ahli masak yang hafal bumbu-bumbu yang terkandung di dalam setiap masakan, jadi buatku yang penting hanyalah: enak - kurang - tidak enak.
Bubur ayam di otakku hanya terbagi jadi 2 kelompok cita rasa: bubur ayam China dan bubur ayam Cirebonan/ Sukabumian (Sunda). Semuanya pernah kutemui di emper jalan sampai hotel berbintang dan jujur saja untuk rasa belum tentu yang di emperan pakai gerobak kalah dengan yang di hotel berbintang.
Salah satunya ada di dekat tempat tinggalku di daerah Cibubur, tepatnya di depan komplek Puri Sriwedari. Bubur ayam ini selalu mangkal di pinggir jalan raya Alternatif Cibubur dan setiap pagi melayani puluhan sampai ratusan pelanggan bermobil dan bermotor. Take away! Kalau dilihat di dekat gerobagnya jarang terlihat ada yang duduk, tapi yang beli memang banyak. Biasanya jam 9 atau 10 pagi sudah habis ludes dagangannya.
Buatku rasanya enak. Enak dalam arti, pas antara asin dan tawarnya lalu kepadatan buburnya dan krupuknya juga enak. Maklum deh, kriuk-kriuknya harus ada.
Harganya juga masuk akal, standar makanan rakyat pinggir jalan: Rp 8.000,- untuk menu standar. Kalau ditambah telur , sate usus dan lainnya, ya menyesuaikan.
Cocok sekali untuk selingan sarapan di pagi hari dan ternyata juga jadi menu sarapan banyak pekerja kantor yang tidak sempat memasak sarapan di rumah. Hangat dan cukup mengenyangkan.
Selain itu ada satu lagi, Bubur Ayam Spesial pak Amin. Kalau yang ini letaknya agak masuk ke dalam, persis di samping gerbang masuk komplek Puri Sriwedari, jadi dari luar tidak terlalu kelihatan. Khusus yang satu ini memang lebih banyak didatangi oleh warga komplek. Tapi untuk rasa juga cukup enak. Apalagi kalau kita pesa bubur ayam ditambah telor setengah mateng... uuuugh, kebayang deh, kuning telornya bercampur dengan hangatnya bubur dan daging ayam yang disuwir halus. Disantap di pagi hari setelah jogging... wah, mantab! Ha, ha, ha...
Oke deh, selamat menikmati bubur ayam favorit Anda masing-masing di manapun Anda berada saat ini.
Bubur ayam sepertinya benar-benar makanan sejuta umat. Ada di mana-mana di hampir semua kota besar dan kecil di Indonesia Raya tercinta ini.
Aku bukan ahli masak yang hafal bumbu-bumbu yang terkandung di dalam setiap masakan, jadi buatku yang penting hanyalah: enak - kurang - tidak enak.
Bubur ayam di otakku hanya terbagi jadi 2 kelompok cita rasa: bubur ayam China dan bubur ayam Cirebonan/ Sukabumian (Sunda). Semuanya pernah kutemui di emper jalan sampai hotel berbintang dan jujur saja untuk rasa belum tentu yang di emperan pakai gerobak kalah dengan yang di hotel berbintang.
Salah satunya ada di dekat tempat tinggalku di daerah Cibubur, tepatnya di depan komplek Puri Sriwedari. Bubur ayam ini selalu mangkal di pinggir jalan raya Alternatif Cibubur dan setiap pagi melayani puluhan sampai ratusan pelanggan bermobil dan bermotor. Take away! Kalau dilihat di dekat gerobagnya jarang terlihat ada yang duduk, tapi yang beli memang banyak. Biasanya jam 9 atau 10 pagi sudah habis ludes dagangannya.
![]() |
| Bubur Ayam Depan Puri Sriwedari |
Harganya juga masuk akal, standar makanan rakyat pinggir jalan: Rp 8.000,- untuk menu standar. Kalau ditambah telur , sate usus dan lainnya, ya menyesuaikan.
Cocok sekali untuk selingan sarapan di pagi hari dan ternyata juga jadi menu sarapan banyak pekerja kantor yang tidak sempat memasak sarapan di rumah. Hangat dan cukup mengenyangkan.
Selain itu ada satu lagi, Bubur Ayam Spesial pak Amin. Kalau yang ini letaknya agak masuk ke dalam, persis di samping gerbang masuk komplek Puri Sriwedari, jadi dari luar tidak terlalu kelihatan. Khusus yang satu ini memang lebih banyak didatangi oleh warga komplek. Tapi untuk rasa juga cukup enak. Apalagi kalau kita pesa bubur ayam ditambah telor setengah mateng... uuuugh, kebayang deh, kuning telornya bercampur dengan hangatnya bubur dan daging ayam yang disuwir halus. Disantap di pagi hari setelah jogging... wah, mantab! Ha, ha, ha...
Oke deh, selamat menikmati bubur ayam favorit Anda masing-masing di manapun Anda berada saat ini.
![]() |
| Bubur Ayam Pak Amin, Komplek Puri Sriwedari |


No comments:
Post a Comment